SURGA HIDUPKU

Inilah tempatku berteduh, tak ubahnya kandang ayam
yang tidak pernah dirawat pemiliknya.
Bagian-bagian sisinya sudah dibangun seunik mungkin
tetapi, bau anyir tetap menyengat menghantui kedua lubang hidungku.
dibagian sudut bangunan rak kereta, banyak dikelilingi reruntuhan sumur-sumur tua,
dan laki-laki bermainkan bola kristal bercumbu basah dengan pasangan-pasangan pantat tetangga.
juga perempuan-perempuan pembakar sabda—baru saja membuat anak pertama mereka.
bagian sudut ruang belakang, ada lereng seperti bukit yang kosong,
dengan botol Vodka dan secangkir Pop Ice.
Ludah janda adalah udara yang hari-hari harus ku telan dengan paksa,
dalam gua yang banyak keranjang-keranjang besi usang
dan kayu-kayu tua menumpuk di atas terjalan batu beramiskan darah.
”inilah tempat kencan yang umum”

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.