Sepi kurasa
Di kala malam itu kuterbangun tak beranjak dari tempat tidurku
Suara deruan AC kamar yang hanya terdengar . Kuberanjak menuju teras depan rumah bersandar diatas kursi kayu nan kokoh . Tumbuhan di sekitar rumah seoalah tak pernah tidur . . melihat ku dengan tatapan sinis .
Kabur kuingat sepi di malam itu 3 tahun yang telah lalu
‘ Den disuruh ibu jaga bapak di rumah sakit’ kata mbok sumii
‘ Iya mbok nanti aku kesana ‘
Sebelum aku ke rumah sakit , Lina kekasihkuu mengajakku untuk sekedar menyusuri kota metropolitan yang mungkin tak ada ujungnya ini . Waktu di habiskan hanya di dalam mobil . Menunggu antrian jutaan manusia diatas jalan ibukota , yaa ‘macet’ sebuah kata yang seakan menempel di jajaran topic dalam berita di acara TV .
Ku berhentikan sejenak mobilku di sebuah taman . Lampu- lampu jalan sayup - sayup terlihat . Tiba’’ dering suara handphoneku berbunyi . . mama menelfonkuu .
‘Halo , ya ma ?
‘Kamu di mana ben? Kan mama suruh jaga papa ! ‘
‘Iya ma sedang menuju kesana ‘
Ada perasaan yang mengganjal di pikiranku. Sesuatu yang belum pernah aku rasain
‘Ada apa ben ? kata Lina
‘Sayang aku anterin kamu pulang yaa ? aku disuruh jaga papaku di rumah sakit!
‘Kan ada petugas di rumah sakit . jadi nanti saja lah. ‘ Aku kemudian mengangguk mengiyakan .
Perasaan aneh terus mengkabuti pikiranku . Entah apa ini .
Waktu telah menunjukkan angka 11 malam . Ku segera pulang untuk beristirahat . Ketika ku sampai di depan kompleks rumah . Telihat jelas olehku bendera putih terombang ambing terkena angin malam. Lari ku keluar dari mobil . Memasuki rumahku yang di padati suara orang mengaji .
Kesedihanku tak dapat lagi ku tahan . Air mataku tak dapat ku tarik kembali . Kafan putih mendekap sosok yang aku kenal
‘ Papa ‘ . Penyesalanku tak dapat aku ungkapkan .
Hatiku berkata ‘Bunuh aku saja , Jangan papaku , bunuh aku ! ‘ . Hatiku bergeming , bergema suara seorang Papa ‘ terima kasih atas semuanya ya nak . . Papa udah senang di sini . .Jaga mama baik’’ yaa !’
Papa yang dulu paham akan aku . Penasehat terbaik dalam hidupku . Sosok tegar pantang menyerah . Imam yang baik bagi keluarganya kini telah tiada .
Ku jalani hidup tanpa adanya seorang Imam keluarga di sisi ku . Sekarang aku lah yang menjadi penerus papa .
TERIMA KASIH PAPA , MAMA AKU AKAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG MEMBANGGAKAN MU.
( untuk seorang temanku yang jauh di sana )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar